Rabu, 08 Juni 2016

KULIAH TAMU BUSINESS PRACTICE 4 STIE ASIA MALANG



4 FUNGSI BISNIS PERUSAHAAN RETAIL

 Malang, 09 Juni 2016
Hadi Kurniawan

Hadi kurniawan adalah CEO di KONSEP GLOBAL MEDIA. sesorang pengusaha muda yang inovatif dan kreatif .  Konsep global media adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa , yang menjual jasa tour and travel untuk tour seluruh indonesia , bali , lombok , malang , dll . jasa tour and travel yang ditawarkan adalah jasa layanan service yang sangat menjamin kepuasan konsumen/pengguna jasanya.

Tidak hanya menyediakan jasa tour saja, beliau juga menjual jasa lain yaitu jasa rental mobil , jasa tiket pesawat, tiket hotel yang berkualitas berbintang lima. Mas Hadi Kurniawan ini juga memberikan gift untuk customernya berupa tas lipat yang bisa dibawa kemana -mana. Karena sifat orientasi pelayanan dari industri perjalanan KONSEP GLOBAL MEDIA mempekerjakan tim staf profesional yang secara konsisten memberikan kualitas dan tingkat pelayanan yang dapat diandalkan. Departemen Sumber Daya Manusia Konsep global media telah menetapkan kriteria yang ketat untuk perekrutan staf dengan sesi pelatihan intensif yang diselenggarakan secara rutin di berbagai bidang seperti pengetahuan produk, kemampuan bahasa dan sopan santun. paket perjalanan wisata melalui penawaran yang mudah diakses dan hemat biaya melalui website yaitu www.konsepindonesia.co.id.


Pada kuliah tamu kali ini pebisnis muda ini membahas tentang "Menerapkan Fungsi Bisnis (Marketing, Finance, HRD, Production)". Hadi menjelaskan bagaimana ia merintis bisnisnya mulai dari nol sampai meningkat pesat saat ini. Hadi juga berkata bahwa modal yang dia miliki adalah Low Cost Hight Profit. Bisnis akan berjalan sesuai keinginan dan menghasilkan profit yang tinggi apabila kita berniat sungguh-sungguh dan mau melawan resiko. Dia tidak takut akan persaingan yang ada karena para pesaingnya belum tentu memberikan fasilitas yang dimiliki oleh Konsep Indonesia. Konsep Indonesia menyediakan paket tour ke Bali, Lombok, Bandung, dll. Konsep Indonesia ini memberikan harga yang murah dengan pelayanan yang memuaskan selain itu untuk budget Konsep Indonesia  bisa menyesuaikan dengan kantong custumer. Konsep Indonesia juga menawarkan penginapan mulai dari hotel bintang tiga sampai hotel bintang lima untuk setiap paket tour, Konsep Indonesia juga akan menyusunkan jadwal tour anda jadi tidak perlu pusing untuk mengatur jadwal anda sendiri.

Hadi berharap customer dapat memberikan kepercayaan penuh kepada Konsep sebagai jasa tour travel yang akan mengurus dengan baik perjalanan customer oleh tim yang berpengalaman dan staf yang ramah.

beberapa hal penting dalam fungsi bisnis perusahaan jasa :
  1. Kualitas Produk / Jasa.
    Kenyataan menunjukan bahwa konsumen tidak hanya memilih produk/jasa yang harganya murah namun juga produk/jasa yang berkualitas, oleh sebab itu baik buruknya suatu sistem produksi juga diukur dari kualitas produk/jasa yang dihasilkan. Ukuran kualitas produk yang dimaksudkan disini tentunya yang disesuaikan dengan selera konsumen bukan ukuran kualitas secara teknologi semata. 
  2. Tingkat Pelayanan
    Bagi konsumen untuk menilai baik buruknya suatu sistem produksi / operasi lebih dinilai dari pelayanan yang dapat diberikan oleh system produksi kepada konsumen itu sendiri. Berbicara mengenai tingkat pelayanan (service level) merupakan ukuran yang tidak mudah untuk diukur, sebab banyak dipengaruhi oleh faktor – faktor kualitatif, walaupun demikian beberapa ukuran obyektif yang sering digunakan antara lain :
v         Ketersediaan (availability) dan kemudahan untuk mendapatkan produk / jasa.
 Kecepatan pelayanan baik yang berkaitan dengan waktu pengiriman (delivery time)   maupun waktu
       pemrosesan (processing time).  
Terimakasih semoga bermanfaat

Kamis, 02 Juni 2016

Project 3 Perusahaan Manufaktur

Aktivitas Utama Pada Perusahaan Manufaktur
       Manufaktur adalah suatu cabang industri yang mengaplikasikan mesin, peralatan dan tenaga kerja dan suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual.
       Istilah ini bisa digunakan untuk aktivitas manusia, dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi, namun  istilah ini lebih sering digunakan untuk dunia industri, dimana bahan baku diubah menjadi barang jadi dalam skala yang besar.
       Kata manufaktur berasal dari bahasa Latin manus factus yang berarti dibuat dengan tangan. Kata manufacture muncul pertama kali tahun 1576, dan kata manufacturing muncul tahun 1683. Manufaktur, dalam arti yang paling luas, adalah proses merubah bahan baku menjadi produk. Proses ini meliputi (1) perancangan produk, (2) pemilihan material, dan (3) tahap-tahap proses dimana produk tersebut dibuat.Pada zaman sekarang, manufaktur berarti pembuatan produk dari bahan baku melalui bermacam-macam proses, mesin dan operasi, mengikuti perencanaan yang terorganisasi dengan baik untuk setiap aktifitas yang diperlukan.

       Karakteristik Perusahaan Manufaktur
       Karakteristik perusahaan manufaktur memiliki sifat yang berbeda dengan jenis perusahaan jasa. Konsep perbedaan karakter ini menjadi salah satu hal yang menyebabkan perbedaan strategi kedua jenis perusahaan ini memiliki perbedaan.Salahsatu strategi yang mempertimbangkan masalah karakteristik perusahaan manufaktur ini terkait dengan penetapan konsep 4P dalam pemasaran mereka. Yaitu meliputi:
        1. Product: Sebuah perusahaan manufaktur harus mempertimbangkan produk apa yang akan mereka
            ciptakan
        2. Price:Sebuah perusahaan manufaktur harus menentukan harga jual pada produk tersebut.
        3. Place:sebuah perusahaan manufaktur harus memikirkan dimana produk tersebut hendak dipasarkan.
        4. Promotion: Agar bisa meraih konsumen dalam proses pemasaran produk tersebut, perusahaan
            manufaktur harus bisa menciptakan komunikasi pemasaran dalam rangka pelaksanaan proses
            promosi.
       Hal ini demi memperkenalkan masyarakat tentang sebuah produk dan juga nilai penting produk tersebut bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat juga akan diedukasi dimana bisa mendapatkan produk yang dipasarkan tersebut.
       Perusahaan Manufaktur mempunyai karakteristik tersendiri yang dibagi 3 bagian, yaitu :
      1. Proses Pengolahan Bahan Baku (row material, barang dalam proses) menjadi produk seperti pemilihan bahan,   manajemen kualitas, EPE
      2.Work station akan mengkonsumsi biaya seperti mengerjakan aktifitas yang berniali tambah
      3.Revenue ditentukan oleh Keunggulan Kompetitif Perusahaan dalam menghasilkan produk seperti kapasitas dan jumlah produk yang diproduksi
         Sebagai perusahaan yang memproduksi barang, maka karakteristik perusahaan manufaktur lebih bersifat komplek. Sebab, hal ini terkait dengan sistem yang dijalankan perusahaan tersebut. Untuk jenis perusahaan jasa, tidak melewati masa produksi barang. Mereka hanya bersifat sebagai perantara antara penyedia kebutuhan dan pengguna saja.

 —PT. HM Sampoerna Tbk

—Sejarah Singkat Pada 1913,Liem Seeng Tee, seorang imigran asal Cina, memulai usahanya di Surabaya yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek dengan merek Dji Sam Soe.

—PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (Sampoerna) merupakan salah satu pemimpin produsen rokok di Indonesia. memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas. Kami adalah afiliasi PT Philip Morris Indonesia dan bagian dari Philip Morris Internasional Inc., perusahaan tembakau terkemuka di dunia.


Rokok kretek pada PT. HM Sampoerna ini berupa : 
  • Sigaret kretek tangan (SKT)
  • Sigaret kretek mesin (SKM)
Rokok kretek Sampoerna :
Dji Sam Soe, A Mild, Sampoerna Kretek, dan U Mild.


STRUKTUR ORGANISASI PADA PT. HM SAMPOERNA



Job Deskripsi pada PT. HM Sampoerna :
  • HR / Human Resource

         1. Memastikan Peraturan perusahaan sesuai dengan UUD ketenaga kerjaan
         2. Merekrut Karywan
         3. Membuat Peraturan Perusahaan tentang karyawan
         4. Menetapkan Standar Gaji
         5. Melakukan Training Development

  • Finance / Keuangan :

          Memprofit secara akurat ,tepat waktu dan segala informasi untuk mensupport bisnis patner dan
          menjaga aset perusahaan .

Berikut audio yang kami rekam untuk wawancara dengan pihak Sampoerna karena dari pihak Sampoerna sendiri tidak di pernkenankan untuk memvideo hasil wawancara.




Terimakasih

Rabu, 18 Mei 2016

BP 4 PERTI ASIA Project 2 Perusahaan Jasa

Tipe dan Aktivitas Utama Pada Perusahaan Jasa

Menurut Djaslim Saladin (2004:134) pengertian jasa adalah sebagai berikut:
 “Jasa adalah setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak pada pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud, serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Proses produksinya mungkin dan mungkin juga tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.”


Menurut Zeithaml dan Bitner yang dikutif oleh  Ratih Hurriyati (2005:28) pengertian jasa adalah sebagai berikut:
“Jasa adalah seluruh aktivitas ekonomi dengan output selain produk dalam pengertian fisik, dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai tambah dan secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi pembeli pertamanya.”

Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka jasa pada dasarnya adalah sesuatu yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


  1. Sesuatu yang tidak berwujud, tetapi dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
  2. Proses produksi jasa dapat menggunakan atau tidak menggunakan bantuan suatu produk fisik.
  3. Jasa tidak mengakibatkan peralihan hak atau kepemilikan.
  4. Terdapat interaksi antara penyedia jasa dengan pengguna jasa.

Kategori penawaran dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain :

Barang berwujud murni (pure tangible good).
   Penawaran semata-mata hanya terdiri atas produk fisik. Pada produk ini sama sekali tidak melekat jasa pelayanan. Contohnya sabun , pasta gigi, sampo dan lain-lain.

Barang berwujud dengan jasa pendukung (tangible good with accompanying services).
Barang berwujud dengan jasa pendukung merupakan tawaran terdiri atas tawaran barang berwujud diikuti oleh satu atau beberapa jenis jasa untuk meningkatkan daya tarik konsumen. Contohnya penjual mobil memberikan jaminan atau garansi, misalnya satu tahun gratis service kerusakan.

Jasa  campuran (Hybrid).
Jasa campuran merupakan penawaran barang dan jasa dengan proporsi yang sama. Contohnya makanan ditawarkan di restoran disertai pelayanan yang mengesankan.

Jasa pokok disertai barang-barang dan jasa tambahan ( major service with accompanying minor goods and service).
 
 Dalam project ke-2 pada mata kuliah Business Practice 4 ini kami melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan jasa di Malang. Kami memilih perusahaan jasa “PT. Pos Indonesia” dan yang kami kunjungi yaitu Kantor Cabang Blimbing – Malang. Disana kami melakukan wawancara dengan Kepala Unit Cabang Blimbing – Malang yang bernama Bapak Mariyono.
Kami disana meminta informasi tentang empat fungsi bisnis Bidang Keuangan, Bidang Personalia, Bidang Pemasaran, dan Bidang Produksi. Selain menanyakan empat fungsi bisnis tersebut tentunya kami minta data perusahaan yang meliputi Profil Perusahaan, Sejarah Perusahaan, Perubahan Status Pos Indonesia, Sturktur Organisasi, produk yang ditawarkan, Kegiatan Usaha, dan tata cara pengiriman.
PT. Pos Indonesia tersebut juga ada Business Fun Distribution yaitu “Penyaluran Dana” dalam hal pembayaran dana pensiun, dana-dana pemerintah kalau misalkan kebetulan PT. Pos Indonesia diberi kebijakan untuk menyalurkan, seperti penyaluran program keluarga nyaman.
Jadi untuk mengetahui lebih jelasnya tentang PT. Pos Indonesia, bisa dibuka aja website nya di “posindonesia.co.id”.

PROJECT 1 BP 4 PERTI ASIA



Tipe dan Aktivitas Utama pada Perusahaan Retail

Retailing merupakan semua kegiatan penjualan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk pemakaian pribadi dan rumah tangga, bukan untuk keperluan bisnis. Bila institusi pabrikan, wholesaler atau retail store menjual sesuatu kepada konsumen akhir untuk pemakaian nonbisnis, maka berarti mereka telah melakukan penjualan eceran.
Ada empat fungsi utama retailing, yaitu:
1. Membeli dan menyimpan barang.
2. Memindahkan hak milik barang tersebut kepada konsumen akhir.
3. Memberikan informasi mengenai sifat dasar dan pemakaian barang tersebut.
4. Memberikan kredit kepada konsumen (dalam kasus tertentu).

Adapun yang dimaksud dengan retailer atau retail store adalah perusahaan yang fungsi utamanya menjual produk kepada konsumen akhir untuk pemakaian pribadi dan rumah tangga. Penekanan pada fungsi utama tertentu ini untuk menunjukkan bahwa retailer merupakan lembaga yang dapat berdiri sendiri. Pemanufaktur dan petani juga dapat bertindak sebagai retailer, namun fungsi utama rnereka bukanlah menjual produk ke konsumen akhir melainkan memproduksi suatu barang dan bertani. Pengecualian diberikan pada service retailing di mana retailer dalam hal ini juga adalah produsen.
Dalam memilih retail store, pembeli mempertimbangkan banyak hal. Faktor yang diperhatikan adalah yang berkaitan dengan kebutuhan ekonominya. Di lain pihak kebutuhan emosional (seperti gengsi) juga kadangkala mempengaruhi pilihannya.
Faktor-faktor ekonomi yang relevan dalam memilih retail store antara lain meliputi:
1. Harga. Ada retail store yang memasang harga mati seperti supermarket dan departement store) dan ada pula yang menetapkan harga fleksibel atau dapat ditawar (seperti discount store).
2. Kemudahan, seperti kemudahan parkir, bisa cepat pergi setelah membayar, dan mudah mencari barang yang diinginkan (meliputi proses menemukan, membandingkan, dan memilih).
3. Kualitas produk yang ditawarkan.
4. Bantuan wiraniaga. Apakah harus swalayan, membantu ecara pasif, atau membantu secara aktif.
5. Reputasi kejujuran dan kewajaran dalam jual beli
6. Nilai yang ditawarkan, yaitu perbedaan total customer value dan total customer cost.
Total customer value adalah sekumpulan manfaat yang diharapkan pelanggan dari produk dan jasa, meliputi product value (misalnya keandalan, daya tahan/keawetan, unjuk kerja), service value (penyerahan barang, pelatihan, instalasi, perawatan, reparasi), personnel value (kompeten, responsif, empati, dapat dipercaya), dan image value (citra perusahaan).
Sedangkan total customer cost terdiri dari harga yang dibayarkan, biaya waktu, biaya tenaga, dan biaya psikis.
7. Jasa-jasa khusus yang ditawarkan seperti pengiriman barang gratis, pembelian kredit dan bisa mengembalikan atau menukar barang yang sudah dibeli.
JENIS-JENIS RETAILING
Meyer mengklasifikasikan retailing berdasarkan lima kriteria, yaitu tipe kepemilikan, produk atau jasa yang dijual, non-store retailing, strategi penetapan harga, dan lokasi. 

TIPE KEPEMILIKAN
Berdasarkan tipe kepemilikan, retailing dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Independent retail firm, yaitu suatu outlet pengecer yang dimiliki dan dioperasikan secara independen dan tanpa afiliasi (penggabungan). Contohnya: warung, kios, atau toko barang kelontong yang dimiliki orang per orang, baik yang berlokasi di pasar regional, pasar Inpres, pasar tradisional, perumahan penduduk, jajaran rumah toko (ruko), maupun di lokasi-lokasi lainnya. Termasuk pula di dalamnya outlet yang dikelola oleh koperasi.

2. Waralaba (franchising), yaitu suatu sistem pemasaran atau distribusi barang dan jasa, di mana sebuah perusahaan induk (franchisor) memberikan kepada individu atau perusahaan lain (franchisee) yang berskala kecil atau menengah dengan hak-hak istimewa untuk melakukan suatu sistem usaha tertentu melalui cara yang sudah ditentukan, selama waktu tertentu dan di suatu tempat tertentu pula. Franchisor biasanya menyediakan peralatan, produk atau jasa yang dijual, dan pelayanan manajerial. Sebagai imbalannya, franchisee harus membayar uang pangkal (initial franchise fee) dan royalti atas penjualan kotor, membayar management fee. membayar biay a sewa peralatan franchisor (bila ada), serta memasarkan produk dan jasa dengan cara-cara yang ditentukan oleh franchisor. Salah satu keuntungan dari membeli hak waralaba ini adalah tetap independen (meskipun tidak sepenuhnya), tetapi memperoleh manfaat dari nama merek dan dari pengalaman jaringan waralaba tersebut.

Ada tiga bentuk sistem waralaba, yaitu pertama, product franchise
Dalam bentuk yang dikenal pula dengan sebutan product distribution franchising atau franchising model perusahaan minuman Coca-Cola, franchisor memberikan kekeluasaan bagi para franchisee untuk memproduksi dan mendistribusikan lini produk tertentu dengan menggunakan nama merek dan sistem pemasaran yang ditentukan/dikembangkan oleh franchisor.
Misalnya keagenan sepatu, mobil (Ford, Honda), pompa bensin, dan minuman ringan (Coca-Cola).
Bentuk kedua yang paling umum dan banyak berkembang dewasa ini adalah business format franchising (entrepreneurship franchising). Dalam bentuk ini, franchisor mengembangkan usahanya dengan membuka outlet yang dikelola oleh franchisee yang berminat membuka usaha dengannya. Franchising bentuk ini banyak berkembang di industri restoran siap santap (misalnya Kentucky Fried Chicken dan McDonald’s).
Sedangkan bentuk ketiga adalah business opportunity venture.
Franchisor merancang suatu sistem jalur distribusi, lalu franchisee mendistribusikan barang/jasa sesuai dengan sistem yang telah ditetapkan oleh franchisor. Produk/jasa yang didistribusikan tersebut bukanlah produk/jasa yang dihasilkan oleh franchisor.
Contohnya adalah distribusi komponen kendaraan bermotor.
Di Indonesia, bentuk waralaba mulai banyak diminati dan perkembangannya cukup pesat (lihat Tabel 8.2). Kendati demikian hingga bulan Maret 1996, usaha ini masih didominasi oleh franchisor asing (119 perusahaan atau 78,8%), di mana yang terbanyak adalah dari Amerika Serikat (sekitar 76%) dan sisanya sebesar 2% berasal dari Australia, Jepang, Singapura, Inggris, Filipina, Italia, Perancis, dan lain-lain. Sedangkan franchisor Indonesia tercatat hanya berjumlah 32 buah (21,2%), di antaranya California Fried Chicken, Ayam Goreng Ny Suharti, Ayam Goreng Mbok Berek, Ayam Goreng Ny Tanzil, Es Teler 77, Rudi Hadisuwarno Salon, dan Widyaloka.

3. Corporate chain, yaitu suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih usaha/bisnis yang saling berkaitan atau berhubungan dalam satu manajemen dan dimiliki oleh suatu kelompok pemegang saham. Wujudnya bisa berupa jaringan toko serba ada (department store), pasar swalayan (supermarket), specialty store, maupun jaringan superstore. Contohnya adalah Matahari Group, Ramayana Group, Robinson Group, Cahaya Group, Hero Group, dan lain-lain.
Keuntungan dari corporate chain ini adalah volume penjualan yang tinggi, kemampuan untuk membeli dalam kuantitas yang sangat besar, dan kemampuan untuk mempekerjakan karyawan dengan kemampuan khusus dalam pengembangan materi-materi promosi penjualan.



Rabu, 13 April  2016 kami melakukan wawancara di salah satu perusahaan retail di Malang yaitu di “Minimarket Avia” yang terletak di Jl. Agung Suprapto – Malang. Minimarket Avia tersebut merupakan suatu usaha yang dijalankan oleh anggota keluarga. Jadi disana tidak ada yang namanya struktur organisasi, karena mereka menerapkan system kekeluargaan dan mereka mempunyai jiwa kepemilikan dan kepemimpinan, jadi mereka mempunyai inisiatif untuk melakukan ini itu tanpa ada perintah.
      Kami di sana mewawancarai Ibu Lisya selaku salah satu owner dari Minimarket Avia, kami berhasil mengorek informasi tentang profil perusahaan dan juga alur atau prosedur penjualannya. Untuk produk yang ditawarkan juga berbagai macam dan juga harganya cukup terjangkau. Jadi tidak kalah dengan Minimarket-minimarket lainnya.
Untuk mengetahui lebih jelasnya bagaimana, kalian bisa langsung berkunjung atau berbelanja di sana.